Menjadi garam dan terang dunia merupakan hakikat hiup setiap orang beriman.Setiap murid Yesus menjadi sumber rasa dan cahay daam perjumpaan hidup bersama.
Untuk itu dibutuhkan ketegasan antara ya atau tidak, antara terang atau gelap ,antara asin atau hambar.
Tugas menjadi garam tidak mungkin dilaksanakan kalau garam itu kehilangan asinnya. Terang tidak akan punya daya kalau kegelpan mengalahkannya. ,kebenaran tidak lagi bersuara ketika kepalsuan tampil di depan .
Pada situasi tertentu dalam perutusan sebagai murid Yesus ,hati dan pikiran kita kadang mendua. Kadang muncul keraguan dalam memilih ,terutama ketika pilihan untuk setia kepada Yasus menghadapikan kita pada ancaman ,resiko atau bahaya.